Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Dari Redaksi, Manado

USNS Mercy, Siap Berikan Layanan Kesehatan untuk Warga Sulut

Tonny Sumakul   |   31 Mei 2012 – 22:11 WITA

Catatan: Tonny Sumakul

Ruangan perawatan pasien di USNS Mercy

Ruangan perawatan pasien di USNS Mercy (foto:tonny/manadotoday)

SETELAH sekitar satu minggu melakukan perjalanan dari Guam, Kapal rumah sakit terbesar di dunia, United State Navy Ship (USNS) Mercy, akhirnya tima di perairan teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (31/5) sekitar pukul 04.00 Wita subuh.

Kunjungan ke Sulut itu, dalam rangkan partisipasi dari Negara Amerika Serikat, pada perhelatan Pacifik Patnership 2012.

USNS Mercy mengangkut sekitar lebih dari 1000 kru, baik tenaga medis, insinyur dan pasukan AS, akan berada di Sulut selama dua minggu.

Hari pertama kedatangan USNS Mercy, media local asal “Bumi Nyiur Melambai” diberikan kesempatan untuk melakukan tur ke kapal rumah sakit itu, dan manadotoday.com, adalah salah satu dari 11 media yang mendapatkan kesempatan ikut.

Kapal USNS Mercy di Teluk Manado

Kapal USNS Mercy di Teluk Manado (foto:tonny/manadotoday)

Sekitar pukul 08.00 Wita, peserta tur dikumpul di kawasan pelabuhan di Mega Mas Manado, dan mendapatkan pengarahan singkat terkait prosedur untuk menaiki dan selama berada di USNS Mercy, dan tim US Navy.

Tim akhirnya dibagi dua kelompok, untuk menaiki helikopter Sea Hawk milik USNS Mercy, dan kemudian dibawa ke kapal rumah sakit tersebut.

Tiba di Kapal USNS Mercy, tim mendapat sambutan dan pengarahan dari kru kapal, kemudian dijelaskan terkait kapasitas kapal kemanusiaan tersebut.

Menurut Perwira Humas USNS Mercy, Maria Lohmeyer, menceritakan terkait awal mulanya USNS Mercy hadir. Terungkap, USNS Mercy awalnya adalah kapal tengker, dan kemudian dirubah menjadi kapal rumah sakit, pada tahun 1986.

Ruangan screening pasien di USNS Mercy

Ruangan screening pasien di USNS Mercy (foto:tonny/manadotoday)

Pelayanan USNS Mercy sendiri bagi para pasien, dilakukan dengan dua cara awal, yakni pertama dibawa dengan menggunakan Helikopter, dan juga menggunakan kapal-kapal kecil milik USNS Mercy.

“Pasien awalnya dibawa ke ruang administrasi, melalui lift yang bisa menampung sekitar 20 orang dewasa, atau melalui lorong yang menghubungkan setiap tingkat ruangan kapal,” ujar Lohmeyer.

Pada kunjungan tersebut, tim diperlihatkan terkait setiap ruangan milik USNS Mercy, mulai dari bagian administrasi untuk pendaftaran pasien, yang sudah dilakukan screening terlebih dahulu.

Disitu juga diperlihatkan ruang gawat darurat USNS Mercy, yang memiliki kapasitas 50 tempat tidur, serta 12 ruang operasi.

tonny sumakul

Wartawan manadotoday.com saat berada di kapal USNS Mercy

Kapasitas tempat tidur pasien sendiri di USNS Mercy, sebanyak 250 tempat tidur, namun bisa ditambah hingga mencapai 1.000 jika diperlukan. Dimana ada 20 tempat tidur untuk perawatan pasien pasca-operasi, dan 80 dipan untuk perawatan intensif.

“Semua ruang disini diberi berpenyejuk udara, karena tak ada jendela,” ujar Lohmeyer

Dalam kunjungan itu lagi diperlihatkan ruangan pusat terapi fisik, mesin ct scan, mesin khusus menganalisa darah melalui sinar X ray, klinik pengobatan mata, mesin produksi oksigen, dan ruangan bank darah yang menyimpan 5 ribu unit kantong darah beku, juga 500 plasma darah, yang bisa mencocokan darah 20 unit per jam.

Bukan hanya itu, pihak USNS Mercy juga menyediakan ruangan untuk keluarga pasien, yang akan mendapingi pasien dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi.

Setelah kunjungan ke sejumlah ruangan, Lohmeyer mengajak tim makan siang. Dari pantauan manadotoday, seluruh kru USNS Mercy, baik perwira maupun anggota biasa, antri untuk mengambil makanan, dan kemudian menuju ke satu ruangan makan.

“Tak ada yang kami beda-bedakan disini. Dan setiap hari menunya berbeda,” ujar Lohmeyer.

Maria Lohmeyer

Salah satu perwira USNS Mercy, Maria Lohmeyer memberikan penjelasan pada sejumlah wartawan (foto:tonny/manadotoday)

Setelah makan siang, tim kemudian melanjutkan peninjauan ke ruangan yang lain. Pada kesempatan itu, Lohmeyer untuk helikopter akan mengangkut suplai obat-obatan, dan nantinya pada kunjungan di Sulut ini, akan digunakan dua kapal dari 30 kapal yang dimiliki, dan akan bekerja selama 12 jam dari 16 jam kerja.

Kunjungan akhirnya diteruskan ke ruangan hiburan, untuk menghilangkan kebosanan. Ruangan tersebut diantaranya ruangan olahraga, ruangan berbelanja minimarket, serta ruangan kantor pos.

Diketahui, USNS Mercy memiliki panjang 272 meter, dengan kecepatan 17.5 mil laut, dan perjalanan ke Indonesia hanya menggunakan kecepatan 5 knot. (*)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading