Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Wagub Sulut Minta Pengawasan Pertamina di SPBU Diperketat

Tonny Sumakul   |   25 Juni 2012 – 20:36 WITA
petugas SPBU melayani pengisian BBM bersubsidi lewat galon

Wagub Sulut saat mendapati petugas SPBU melayani pengisian BBM bersubsidi lewat galon

MANADO, (manadotoday.com) – Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Djouhari Kansil MPd, meminta agar pihak pertamina, lebih memperketat lagi pengawasan di seluruh SPBU di daerah ini.

Hal itu ditegaskan Kansil, menyusul kunjungannya ke wilayah Bolaang Mongondou Utara (Bolmut), Minggu (24/6) kemarin, dirinya menemukan SPBU Tadoy di Kecamatan Lolak, yang petugas SPBU-nya melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium untuk warga yang mengisi di galon, dibandingkan dengan antrian kendaraan baik roda dua maupun empat.

Di sela-sela inspeksi mendadak yang dilakukan Kansil bersama rombongan saat ke Bolmong, mendapati seorang petugas nakal, yang mengisi premium bersubsidi di galon-galon.

Kansil pun menyapa petugas tersebut, dan mengatakan, “Kamu tak kenal saya?” ucap Kansil seraya menanyakan pimpinan SPBU itu, namun tak berada di tempat.

Kansil mengatakan pada petugas SPBU itu, jika dirinya sudah menyalahi aturan.

Namun, si petugaspun menjawab, dirinya hanya menjalankan tugas, sesuai perintah dari pimpinan di SPBU itu.

“Ini sudah merupakan perintah dari pimpinan SPBU, supaya kami tetap melayani pembelian BBM lewat galon,” ucap petugas tersebut.

Pada kesempatan itu, Kansil juga menemukan sejumlah galon-galon berukuran besar yang tersembunyi di belakang SPBU, dan sudah terisi BBM bersubsidi.

“SPBU ini pelayanannya tak baik. Larangan pemerintah agar tak melayani pembelian BBM lewat gallon, ternyata tetap dilanggar di SPBU ini. Hal itulah yag menimbulkan antrian kendaraan yang panjang di SPBU ini,” ucap Kansil.

Kata dia lagi, seharusnya SPBU harus melayani kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya melayani kepentingan pribadi, untuk mencari keuntungan lebih karena akan dijual kembali.

“Ini yang menyebabkan terjadi antrian panjang di SPBU. Tindakan itu menyalahi aturan, dan saya minta agar pihak pertamina lebih mengawasi dan memperketat lagi penyaluran pertamina di SPBU,” tukasnya. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading