Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Manado

Walikota : Bensin Eceran Tetap Ditertibkan

Staff Manado Today   |   24 Juli 2011 – 09:56 WITA
Walikota Manado

Walikota Manado : Dr. Ir. G.S.V. Lumentut

Manado Today – Wali Kota Manado Vicky Lumentut menegaskan pemerintah kota tetap akan menertibkan semua pedagang pengecer premium sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat bukan untuk mematikan usaha rakyat.

“Ini yang harus dipahami masyarakat terutama pedagang pengecer kalau langkah yang kami lakukan ini adalah untuk menghindarkan mereka dari ancaman hukuman pidana sebab memperjualbelikan barang-barang bersubsidi seperti yang ditegaskan oleh Undang-undang nomor 22 tahun 2001,” kata Lumentut, di Manado.

Dikatakan Lumentut pasal 55 UU no.22 tahun 2001 sudah dengan jelas mengatur hal ini sehingga suka tak suka semua warga harus mematuhinya kalau tak mau berurusan dengan hukum sebab itu kami menempuh langkah ini supaya warga Manado aman dari ancaman hukuman.

Apalagi kata Lumentut, hukuman bagi orang yang menjual bbm bersubsidi itu selama-lamanya adalah enam tahun.

Kami memberikan penegasan ini supaya masyarakat jangan terjebak dan dihukum karena menjual barang-barang bersubsidi, karena yang dizinkan dijual secara eceran hanya minyak tanah, dan ini adalah tindakan perlindungan yang dilakukan pemerintah.

“Ingat ini bukan kemauan Wali Kota Manado, tetapi merupakan cara pemerintah melindungi masyarakat dari masalah apalagi premium yang dijual di pinggir jalan itu tidak ada garansi keamanannya juga nanti kalau ada masalah kami bisa dituntut tak memberikan informasi dan penerangan kepada warga,” kata Lumentut.

Sementara itu Kepala bagian perekonomian sekretariat daerah kota Manado Pingkan Sinjal mengatakan penertiban ini akan dilakukan bersama dengan kepolisian untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan.

Selama waktu satu minggu ke depan pemerintah melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat terutama para pedagang pengecer mengenai hal ini, serta bahaya yang bisa ditimbulkan dari usaha ilegal tersebut mulai dari kebakaran karena keamanan saat menuangkan premium ini sampai ke ancaman pidana, kata Sinjal.

Padahal akibatnya justru berbahaya untuk mereka seperti yang dialami oleh salah satu pedagang pengecer di Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil bernama Fatma Tamaun yang galon-galonya habis terbakar saat menuangkan bensin dan kebetulan ada percikan api, tetapi dipadamkan karena banyak yang datang menolong hingga tak korban jiwa, kata Sinjal.

Sebelumnya para pedagang pengecer menolak langkah pemerintah menertibkan usaha mereka, karena diangga akan mematikan juga karena menganggap apa yang mereka lakukan tersebut tidak salah karena hanya berjualan di tepi jalan. Bahkan menuding pemerintah sengaja hendak menyusahkan mereka dengan melarang berjualan bbm eceran.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut sudah mengeluarkan instruksi untuk mulai melakukan penertiban pedagang premium bersubdisi pada 1 Agustus 2011 nanti.(ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading