Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Bitung, Hukum dan Kriminal

Warga Danowudu Nyaris Ricuh Soal Lahan Aer Ujang

Staff Manado Today   |   8 Juli 2011 – 20:01 WITA
Ricuh Soal Lahan Aer Ujang

Warga Danowudu yang hampir bentrok dengan pemilik lahan perum Girian (Joppy Umboh) yang dilerai aparat

Bitung Today – Warga Kelurahan danowudu nyaris baku hantam dengan pemilik Perum Bougenvile Kelurahan Girian Permai Joppy Umboh, yang dipicu akibat pembuatan batas wilayah Aer Ujang di kelurahan Danowudu yang dilakukan warga di komplain Joppy Umboh adalah miliknya.

Sontak saja warga Danowudu yang datang membuat pagar batas dengan memasang patok untuk memberi batas dan melindungi lokasi Aer Ujang, Jumat (08/07) sekitar pukul 09.00, karena dicegat marah, sehingga terjadi ketegangan antara warga dan Joppy yang hamper berbuntut ricuh. Bahkan kericuhan itu, hampir memuncak ketika kedua belah pihak saling ancam sambil mengangkat parang (benda tajam).

Beruntung kericuhan dapat segera diatasi oleh Kapolsek Urban Bitung Barat Kompol Jhon Unawekla dan Kapolsek Bitung Utara AKP Fenny Kawulur yang dengan cepat berada di lokasi mencegah kericuhan berbuntut panjang dan berakibat lebih fatal. Bahkan Kapolres Bitung, AKBP Stefanus Satake Bayu,SIK dan Kabag Ops Kompol Youdi Kalalo pun sampai ikut mendatangi lokasi kericuhan tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat dan pemangku adat Negeri Danowudu, Jantje Tenker mengatakan, tanah/hutan Aer Ujang tersebut adalah milik masyarakat Danowudu sebagai tanah adat sehingga tak seorang pun yang bisa mengklaim sebagai tanah miliknya pribadi. “Ini tanah adat milik kelurahan Danowudu,” tandas Tengker.

Menurut Tengker dilokasi tersebut selain pembuatan pagar pelindung , warga juga akan menanam pohon tahunan.

Namun sangat disayangkan warga Danowudu dalam mengatur batas tanah ttidak melibatkan pihak Badan Pertanahan Nasional Kota Bitung.

Disatu sisi Joppy Umboh yang mengaku sebagai pemilik tanan kepada wartawan mengaku dirinya memiliki sertifikat lahan tersebut pada tahun 1981 dan register jaman Belanda.

Sementara Kapolsek Bitung Urban Bitung Barat John Unawekla menyarankan, agar perkara ini dilakukan ditempuh melalui jalur hukum dengan mengajukan gugatan agar persoalan batas tanah bisa di selesaikan dengan baik.

“Baiknya persoalan ini menghadirkan sejumlah instansi terkait untuk mencegah emosi warga,” sarannya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading