Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Selatan

Warga Desak Jalan Penghubung Desa Popareng-Sondaken Segera Diperbaiki

David Masengi   |   12 Februari 2012 – 22:21 WITA

Tuerah : Jalan Sondaken Popareng Kewenangan Provinsi
Tatapaan, (manadotoday.com) -Sejumlah warga yang ada di Desa Popareng Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), meminta agar pemkab Minsel melalui Dinas  Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan perbaikan terhadap jalan penghubung antara Desa Popareng dan Desa Sondaken, Minahasa Selatan.
Pasalnya kondisi jalan tersebut rusak parah, sehingga warga sangat kesulitan ketika melewati ruas jalan tersebut.
“Kami minta Pemkab Minsel segera memperbaiki jalan Popareng- Sondaken, sebab akibat kondisi yang rusak parah ini, sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi warga setempat,” ujar Riedel Lengkey warga Popareng, Minggu (12/2/2012).
Sementara itu Pemkab Minsel sendiri melalui kepala Dinas PU Minsel Ir Joutje Tuerah saat di konfirmasi mengatakan jika pembangunan jalan tersebut merupakan kewenangan Provinsi.
“Jalan tersebut merupakan jalan Provinsi seperti halnya jalan penghubung Minsel-Mitra, karena jalan itu menghubungkan Minahasa induk dan Minsel, sehingga kewenangan untuk melakukan perbaikan ada di pemrintah provinsi,” terang Tuerah menambahkan pada tahun 2008 Pemkab Minsel pernah melakukan perbaikan terhadap jalan penghubung antara Popareng Sondaken tetapi mendapat teguran Pemprov Sulut.(dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • ahumboh mengatakan:

    JALUR POPONTOLEN-RAPRAP URAT NADI MINSEL
    Seharusnya, tanpa didesak wargapun, jalur Popontolen-RapRap mutlak harus ditibgkatkan status jalannya karena jalur tersebut merupakan urat nadi aktivitas Minsel.
    Mengapa jalur pesisir tersebut terkesan dinomorduakan oleh Pemkab Minsel dan Provinsi, dan memang faktany demikian, hal tersebut dikarenakan jalur Popontolen-RapRap-TanahWangko, selama ini statusnya adalah “jalur alternatif”. Status “alternatif” tersebut telah membuat pembangunan infrastruktur di jasirah tanjung tersebut menjadi sangat terkebelakang.
    Sudah saatnya pemkab Minsel, mummpung mengusung semangat “berdikari cepat”, untuk memprioritaskan pengembangan jalur tersebut, sehingga bukan lagi ditempatkan sebagai “jalur alternatif” tapi sebagai “jalur utama”. Seharusnya !.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading