Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, DPRD Sulut, Manado Siar

Warga Dukung Polisi Ungkap Teror Bom di Tomohon

Redaksi Manado Today   |   17 April 2011 – 09:09 WITA

 

Jhon Dumais

Jhon Dumais

 

Manado Today – Terjadinya aksi teror bom pada kantor Sinode GMIM di Kota Tomohon Sabtu kemarin, mendatangkan kekhawatiran tersendiri masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Utara.

Menyikapi hal itu warga meminta dan mendukung langkah aparat kepolisian, agar dapat mengungkap pelaku teror bom sehingga keresahan masyarakat tidak berkepanjangan. 

“Kami mendukung langkah cepat Polisi baik Polresta Tomohon maupun Polda Sulut, agar dapat mengungkap pelaku teror bom. Apalagi wilayah Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah aman dan mulai menjadi lokasi kegiatan Nasional maupun Internasional,” kata Hongly Fraim warga Taas, Minggu

Dikesempatan terpisah, ketua Komisi I DPRD Jhon Dumais mengatakan, sangat penting saat ini masyarakat menggalakkan kearifan lokal seperti menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan secara swadaya dengan bergotong royong. “Pemberlakukan kembali wajib lapor 1x 24 jam bagi warga pendatang merupkan suatu kewajiban kita sehingga dapat mengkontrol, siapa saja yang berada di lingkungan kita. Saya pikir dengan bersatu mengaktifkan kembali kearifan lokal yang ada, kita dapat menangkal ancaman, hambatan dan gangguan dari manapun,” tegas Dumais.

Selanjutnya politisi partai Demokrat ini menyebutkan, pihaknya tetap mendukung langkah-langkah kepolisian Sulut untuk mengungkap pelaku teror bom, sehingga keresahan masyarakat dapat diminimalisir. (jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • rizky mengatakan:

    Saya ingat dalam suatu rapat, para tokoh daerah menyatakan Sulut tidak akan terjadi kegiatan terror. Diajmin aman. Seorang aparat (perwira) keamanan dari Jakarta menyatakan, jangan terjebak dengan retorika aman dan kondusif, sebab dari sisi keamanan di Sulut bukan tidak tapi belum terjadi, jadi harus dipertanyakan kapan terjadi??. Waktu itu para pimpinan daerah menyatakan keberatan atas statemen itu, ternyata ucapan si perwira itu terbukti. Ini akibat kita selama ini dinina bobokan dengan kata aman, kondusif, tentram dan rukun yang diucapkan oleh oknum pimpinan daerah.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading