Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » DPRD Sulut, Headline, Totabuan

Warga Dumoga Tuntut Pelunasan Ganti Rugi Lahan

Redaksi Manado Today   |   10 Mei 2011 – 07:31 WITA

Manado Today – Sejumlah warga dari Kecamatan Dumoga, mendatangi DPRD Sulawesi Utara (Sulut) menuntut pembayaran sisa ganti rugi lahan eks transmigrasi yang belum dibayarkan Pemprov Sulut dan Pemkab Bolmong sebesar Rp5 miliar.

“Adapun perwakilan warga dari beberapa desa di Kecamatan Dumoga, yakni Desa Doloduo, Kinomaligan, Wangga Baru, dan Motoboi Kecil yang membawa aspirasi itu,” kata anggota DPRD Sulut Razki Mokodompit yang menerima langsung warga tersebut.Sisa ganti rugi Rp5 miliar yang belum terbayarkan, dengan perinciannya dari Pemprov Sulut Rp3 miliar serta Pemkab Bolmong sekitar Rp2 miliar, sehingga total keseluruhan mencapai Rp5 miliar melalui APBD masing-masing.

Mokodompit mengemukakan,, anggaran itu merupakan dana “sharing” sebelumnya dengan APBN yang sudah dibayarkan kepada warga.”Kami wakil rakyat akan menyampaikan langsung aspirasi ini kepada pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, supaya mereka segera menindak lanjutinya,” jelasnya.

Mokodompit yang juga anggota Fraksi Partai Golkar itu mengharapkan warga setempat untuk tetap sabar dan menyerahkan sepenuhnya perjuangan itu kepada anggota DPRD dari daerah pemilihan Bolmong, dan tidak melakukan tindakan di luar ketentuan hukum yang berlaku.Sementara perwakilan warga dari Dumoga mengatakan bahwa mereka siap menduduki kembali lahan transmigrasi itu jika pemerintah tidak bisa menyelesaikan ganti rugi lahan yang sejak 1960-an hingga sekarang dimanfaatkan para transmigran di wilayah itu.

Warga yang berasal dari Desa Doloduo, Kinomaligan, Wangga Baru, dan Motoboi Kecil, Kecamatan Dumoga, pernah melakukan pembicaraan terakhir dengan pemerintah daerah pada 12 Oktober 2009. Pada waktu itu dijanjikan akan dibayar sisa ganti rugi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga.

“Tuntutan kami masih sebatas kegiatan damai dalam menuntut hak dan kewajiban. Namun, jika tidak diindahkan akan kami lakukan aksi lebih besar lagi,” kata perwakilan rakyat, Tungkagi.Lokasi yang telah dijadikan transmigrasi berada di Desa Werdy Agung yang kini ditempati warga transmigran dari Provinsi Bali, kemudian Mopuya dan Mopugad Barat. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading