Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Warga Manembo-nembo Kembali Komplain Kuburan Bayi di Pekarangan

Aldy Monareh   |   26 November 2011 – 14:10 WITA

Sondakh : Kuburan Bayi Akan Digali Setelah 40 Hari
Bitung, MTC – Kuburan bayi di pekarangan rumah milik Arifin Ali warga Manembo-nembo Tengah Lingkungan II Kecamatan Matuari, kembali dipersoalkan warga, menyusul hingga kini kuburan tersebut belum juga dipindahkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).
”Jelas-jelas ini sudah menyalahi aturan, tapi hingga kini kuburan bayi tersebut belum juga dipindahkan ke TPU. Karena keberadaan kubur bayi tersebut sudah sangat meresahkan warga yang tinggal di lokasi ini,” tandas Ibu Meyti warga sekitar.
Menyikapi keluhan dan protes warga ini, Camat Matuari Mickhael Sondakh mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengingatkan kepada keleurga agar kuburan tersebut segera dipindahkan ke TPU Kelurahan Manembo-nembo. Dan telah disepakti keluarga, bahwa kubur tersebut akan dipindahkan setelah 40 Hari sejak bayi tersebut di kubur.
”Kubur bayi tersebut akan digali kembali kemudian akan dipindahkan ke TPU setelah 40 hari, sesuai permintaan keluarga,” terang Sondakh.
Karena memang menurut Sondakh apapun alasannya warga tidak diperbolehkan mengubur bayi di pekarangan meski pekarangan tersebut milik warga, apalagi jika warga dan tetangga tidak mengijinkannya. Sekalipun itu alasan adat.
”Di Kelurahan Manembo-nembo memang tidak diperbolehkan mengubur bayi dipekarangan, jadi sudah merupakan keharusan keluarga Arifin harus mentaati aturan dan budaya dimana mereka tinggal saat ini,” tegas Sondakh.
Seperti diketahui pada 25 Oktober 2011 lalu, warga Manembo-nembo Tengah Lingkungan II, dihebohkan dengan ditemukannya kuburan bayi di pekarangan rumah milik Arifin Ali warga setempat. Yang belakangan diketahui Bayi tersebut adalah milik Pasutri AA dan WM yang salah satunya merupakan anak Arifin Ali. Bayi tersebut meninggal di RS Teling sehari setelah dilahirkan. Namun karena alasan adat di Keluarga mereka, bayi tersebut disepakati keluarga untuk dikubur di pekarangan rumah Arifin, yang akhirnya berbuntut protes dan komplain warga sekitar. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading