Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Minahasa Selatan

Warga Minsel Tolak Konsumsi Raskin Kadaluarsa

Redaksi Manado Today   |   19 April 2011 – 19:31 WITA

Beras Berulat dan Berkumbang

Amurang Today- Penyaluran Beras Keluarga Miskin (Raskin) di kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mendapat penolakan sejumlah Hukum Tua (Kumtua), akibat Raskin dinilai tak  layak lagi untuk dikonsumsi karena kadaluarsa dan dipenuhi ulat dan kumbang beras.
“ Bagaiman kita akan menyalurkan beras tersebut kepada masyarakat sedangkan beras tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi. jujur saja kami menolak beras yang diberikan oleh pihak pemkab, apalagi beras tersebut sudah bergumpal. berbau dan banyak binatangnya. Kita kan ini bukan binatang, kita manusia. Masa harus makan beras busuk,” ujar sejumlah kumtua yang ada.
Dari informasi yang diterima manadotoday selasa (19/04/2011),bahwa dalam penyaluran raskin itu dialami oleh seluruh desa yang ada di 17 Kecamatan Minsel. Raskin yang disalurkan oleh Bulog ini merupakan beras jatah untuk bulan April dan bulan Mei 2011. Masing – masing keluarga mendapat jatah 15 kilogram dengan harga 1600 per kilogramnya.
Sementara itu Sekrataris Daerah (Sekda) Minsel Drs MC Kairupan saat dikonfirmasi, mengakui kebenaran raskin tersebut. “Memang benar tadi ada sejumlah kumtua yang menemui saya dan membawa beras jatah. Melihat kondisi beras tersebut memang tidak layak untuk dikonsumsi warga. Saat itu juga saya langsung menghubungi pihak Bulog Sulut dan pihak bulog siap mengganti semua beras yang disalurkan oleh mereka,” ujar Kairupan.(dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • Om Don mengatakan:

    Sangat setuju dengan tindakan para Hukum Tua di Minsel, Mengapa warga yang miskin harus diserahkan beras kadaluarsa yangb tak layak konsumsi. Dan ini jangan hanya ketahuan rusak atau kadaluarsa dan diganti. Coba swalayan atau warung yang jual beras kadaluarsa…pasti rame, kalau perlu instansi terkait beber dimana letak kesalahan. jangan takut mengakui kesalahan, kan ini era keterbukaan, Bravo Hukum Tua di Minsel yang tak mau rakyatnya makan makanan kadaluarsa !

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading