Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Selatan

Warga Tumpaan dan Matani Tuntut Pembangunan Tanggul Pemecah Ombak

Redaksi Manado Today   |   10 Januari 2011 – 09:46 WITA
Paruntu : Pembangunan Sedang Dipersiapkan Dinas PU
Tumpaan Today- Ancaman Abrasi di pesisir pantai desa Tumpaan dan Matani,  memaksa warga menuntut realisasi pembangunan tanggul pemecah ombak yang hingga kini belum direalisasikan Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel). “Sampai saat ini pembuatan tanggul pemecah ombak belum juga di realisasikan pemerintah, padahal kondisi abrasi pantai sudah sangat meresahkan warga,” kata Andre Sengkey warga Tumpaan kepada manadotoday Senin (10/1/2011).
Selanjutnya Sengkey mengatakan dirinya mewakili warga yang lain, sangat berharap agar pemerintah segera memperhatikan keluhan masyarakat Tumpaan dan Matani, khususnya pembutan tanggul pemecah ombak.
Bupati Minsel Cristyani Paruntu ketika menanggapi keluhan rakyatnya, mengatakan persiapan pembangunan tanggul pemecah ombak di wilayah Tumpaan sedang dalam persiapan di dinas PU. “Pekerjaan pembangunan tanggul pemecah ombak di Tumpaan dan Matani sementara dalam proses di dinas PU dan saya harapkan warga untuk bersabar,” ujar bupati wanita pertama Minsel ini. (dav)
Dikirim melalui Facebook Seluler
Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading